Sabtu, 31 Juli 2010

Jepretan Photographer Terkenal di Dunia

maha karya Photograpy dunia di sepanjang masa .. hmmm darii judul.nya sich kerenn ..
ni yang saia posting cuma beberapa , lo mo liad silahkan visit https://korananakindonesia.wordpress.com/2010/02/25/maha-karya-fotografi-dunia-yang-paling-terkenal-sepanjang-masa/


Tourist Guy (2001)

Poto ini, foto turis yang telah di diedit diphotoshop serangan setelah 11 September 2001. Turis di poto ini adalah Peter Guzli.
Ada pihak yang menyatakan bahwa gambar tersebut berasal dari kamera yang ditemukan di reruntuhan di Ground Zero.
Poto ini memenangkan penghargaan best 9/11 Photoshopped picture contest.  Photographer: Photoshop
Burning Monk – The Self-Immolation (1963)

Juni, 11 1963. Thich Quang Duc, Biksu Buddha Vietnam membakar dirinya idup2 sampe mati di tengah2 jalan.
Dia nglakuin itu sebagai bentuk protes terhadap tindakan represif pemerintah Vietnam selatan dan meminta persamaan hak umat Buddha dengan umat Katolik  Photographer : Malcolm Browne
The Power of One (2007)

Poto ini berhasil meraih Pulitzer Breaking News Photography 2007.
Testimoni buat poto ini : “Awarded to Oded Balilty of The Associated Press for his powerful photograph of a lone Jewish woman defying Israeli security forces as they remove illegal settlers in the West Bank“.   Photographer : Oded Balilty (Associated Press)
Reichstag Flag (1945)

Dua tentara Uni Sovyet Raqymzhan Qoshqarbaev dan Georgij Bulatov mengibarkan bendera diatas atap gedung Reichstag Berlin, Jerman, May 1945. Menandakan kekalahan Jerman di Front Timur  Photographer : Yevgeny Khaldei (1917-1997)
Fire on Marlborough Street (1975)

Diana Bryant dan anaknya yang masih kecil terjun karena panik akibat kebakaran.
Diana Bryant tewas sedangkan anaknya selamat karena dapat ditangkap oleh seorang anggota pemadam kebakaran.  Poto ini mendapat [enghargaan Pulitzer dan merubah standar prosedur penyelamatan Dinas Pemadam kebakaran di kemudian hari. Photographer : Stanley J. Forman
 

photograpy terkenal di Indonesia

om Darwis Triadi .. yapss betull bgt kali ini saia posting tentang Bio om Darwis , salah satu photograpy terkenal di Indonesia , jadii buat para photograpy silahkan visit dulu http://www.darwistriadischoolofphotography.com/detailGuru.php?idNya=91



A.Darwis Triadi


Tempat/tgl lahir: Solo, 15 Oktober 1954
Pendidikan : Pendidikan Penerbang, Curug.
Organisasi : Ketua Asosiasi Photographer Propesional Indonesia (APPI)
Bila menyebut fotografi, nama Darwis Triadi langsung menempel di benak banyak orang. Pemilik nama lengkap Andreas Darwis Triadi memang bagaikan ikon fotografi Indonesia. Akan tetapi, siapa sangka pada awalnya Darwis adalah seorang pilot. Lantas kenapa dia beralih profesi menjadi fotografer?
Mengantongi licence penerbang tak lantas membuat pria kelahiran 15 Oktober 1954 ini berbangga. Padahal, sekitar tahun 1978 profesi sebagai penerbang pesawat merupakan profesi yang boleh dibilang amat bergengsi. Namun, ia merasa jiwanya bukan di udara. Pergaulannya dengan kalangan yang berasal dari dunia fashion, berangsur-angsur merubah pandangannya tentang fotografi.
Hingga sekitar tahun 1979, Darwis mantap memutuskan untuk berganti profesi. Walaupun sempat ditentang oleh ke dua orang tuanya, namun Darwis bersikukuh pada keyakinannya, Darwis terus melangkah. Padahal, bekalnya tidaklah memadai. Ia tak punya pendidikan khusus fotografi. Hobi memotret diperoleh lantaran bergaul dengan fotografer amatiran. Sementara itu, para fotografer profesional cenderung menutup diri. “Fotografer di zaman itu merasa dirinya eksklusif dan tak suka jika orang lain ikut belajar. Mungkin khawatir disaingi,” tuturnya mengenang.
Dihadang keterbatasan, Darwis tetap melangkah. “Saat itu saya berjanji bikin dunia fotografi tidak tertutup lagi. Saya ingin dunia ini menjadi gaul dan menarik,” katanya.
Berangkat dari foto untuk brosur Hotel Borobudur pada 1980 dengan bayaran Rp 50 ribu, kiprah lelaki berkumis ini makin dikenal karena berani tampil beda. Peristiwanya dimulai pada 1981. Di tahun itu, ayah dua putri ini berpameran bersama para fotografer amatir. Sementara rekan-rekannya memajang aneka foto bertemakan lanskap dan humanis, Darwis malah memunculkan foto beberapa model dan peragawati. Tak pelak, pengunjung pun kaget sekaligus kagum. Namun, tak sedikit juga yang mencemooh dengan menyebut Darwis sebagai fotografer yang tak tahu teknik foto sekaligus menentang arus.
Tak peduli ejekan, Darwis terus melangkah dan memperbaiki diri. Untuk mempopulerkan profesinya, ia rajin berpartisipasi dalam pameran dan promosi dari mulut ke mulut. Layanan permintaan berdasarkan kebutuhan pelanggan juga dilakoni. Bahkan, ia pun tak tabu bersikap proaktif ke para pelanggannya. Di samping itu, ia pun terus memperdalam ilmu fotografi, di antaranya beberapa kali mengikuti short course lighting dan teknik kamera di Swiss dan Jerman sejak 1983.
Keyakinan Darwis menetapkan tujuan hidupnya bahwa fotografi merupakan profesi yang juga bergengsi telah dibuktikan. Dari mulai mengerjakan berbagai macam foto produk-produk untuk iklan dan sebagainya dari berbagai produsen besar seperti NOKIA, PHILPS, BCA, PERMATA BANK, SATELINDO, INDOFOOD,SONY ERICSSON, TELKOM, GROUP PT. UNILEVER, BANK MANDIRI, MUSTIKA RATU, SARI AYU, WARNER MUSIC, AQUARIUS MUSIC, SONY MUSIC, dan lain sebaginya. Darwis Triadi Photography juga mengerjakan Comecial dan Non Comercial Photography, Digital Imaging Photography, Concept Design, Graphic Design, Stock Slide Show/ Slide Rental. Darwis juga telah menerbitkan buku-buku mengenai fotografi seperti, Kembang Setaman & Secret Lighting. Selain itu Darwis Triadi juga telah menerbitkan buku mengenai Photography seperti Kembang Setaman & Secret Lighting.
Selain memiliki studio Darwis Triadi Photography, ia juga membuka Darwis Triadi School of Photography. Sekolah yang menjadi salah satu impiannya, yaitu agar fotografi menjadi lebih terbuka
Darwis Triadi mengembangkan minat fotografinya sejak tahun 1979. Ilmu desain pun turut dipelajari untuk memperkaya kemampuan artistiknya. Karena prestasinya yang terus meningkat, dia diberi kepercayaan untuk menampilkan karyanya pada majalah tahunan Hasselblad yang berskala internasional di tahun 1990. Dalam kurun waktu bersamaan, ia sempat mempresentasikan slide andalannya dalam acara Photo Kina International Competition di Kohn, Jerman. Kompetisi ini digelar dalam rangka \"Hasselblad International Annual\". Setahun kemudian, majalah internasional Vogue memajang karyanya pada artikel spesial tentang Indonesia. Bron Electronic AG dari Swiss, produsen lampu Broncolor, memilihnya untuk mengisi kalender Broncolor tahun 1997.
Darwis akhir-akhir ini sering mengadakan seminar, dan workshop tentang fotografi  di dalam maupun di luar kota.