ni yang saia posting cuma beberapa , lo mo liad silahkan visit https://korananakindonesia.wordpress.com/2010/02/25/maha-karya-fotografi-dunia-yang-paling-terkenal-sepanjang-masa/
Tourist Guy (2001)

Poto ini, foto turis yang telah di diedit diphotoshop serangan setelah 11 September 2001. Turis di poto ini adalah Peter Guzli.
Ada pihak yang menyatakan bahwa gambar tersebut berasal dari kamera yang ditemukan di reruntuhan di Ground Zero.
Poto ini memenangkan penghargaan best 9/11 Photoshopped picture contest. Photographer: Photoshop
Burning Monk – The Self-Immolation (1963)

Juni, 11 1963. Thich Quang Duc, Biksu Buddha Vietnam membakar dirinya idup2 sampe mati di tengah2 jalan.
Dia nglakuin itu sebagai bentuk protes terhadap tindakan represif pemerintah Vietnam selatan dan meminta persamaan hak umat Buddha dengan umat Katolik Photographer : Malcolm Browne
The Power of One (2007)

Poto ini berhasil meraih Pulitzer Breaking News Photography 2007.
Testimoni buat poto ini : “Awarded to Oded Balilty of The Associated Press for his powerful photograph of a lone Jewish woman defying Israeli security forces as they remove illegal settlers in the West Bank“. Photographer : Oded Balilty (Associated Press)
Reichstag Flag (1945)

Dua tentara Uni Sovyet Raqymzhan Qoshqarbaev dan Georgij Bulatov mengibarkan bendera diatas atap gedung Reichstag Berlin, Jerman, May 1945. Menandakan kekalahan Jerman di Front Timur Photographer : Yevgeny Khaldei (1917-1997)

Dua tentara Uni Sovyet Raqymzhan Qoshqarbaev dan Georgij Bulatov mengibarkan bendera diatas atap gedung Reichstag Berlin, Jerman, May 1945. Menandakan kekalahan Jerman di Front Timur Photographer : Yevgeny Khaldei (1917-1997)
Fire on Marlborough Street (1975)

Diana Bryant dan anaknya yang masih kecil terjun karena panik akibat kebakaran.
Diana Bryant tewas sedangkan anaknya selamat karena dapat ditangkap oleh seorang anggota pemadam kebakaran. Poto ini mendapat [enghargaan Pulitzer dan merubah standar prosedur penyelamatan Dinas Pemadam kebakaran di kemudian hari. Photographer : Stanley J. Forman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar